Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization(ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model). Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyakprotokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi. Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut: Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut denganGovernment Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luarEropa. OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi. OSI Reference Model memiliki tujuh lapis, yakni sebagai berikut Lapisan data-link (data link layer) adalah lapisan kedua dari bawah dalammodel OSI, yang dapat melakukan konversi frame-frame jaringan yang berisi data yang dikirimkan menjadi bit-bit mentah agar dapat diproses oleh lapisan fisik. Lapisan ini merupakan lapisan yang akan melakukan transmisi data antara perangkat-perangkat jaringan yang saling berdekatan di dalam sebuahwide area network (WAN), atau antara node di dalam sebuah segmen local area network (LAN) yang sama. Lapisan ini bertanggungjawab dalam membuat frame, flow control, koreksi kesalahan dan pentransmisian ulang terhadap frame yang dianggap gagal. MAC address juga diimplementasikan di dalam lapisan ini. Selain itu, beberapa perangkat seperti Network Interface Card (NIC), switch layer 2 serta bridge jaringan juga beroperasi di sini. Lapisan data-link menawarkan layanan pentransferan data melalui saluran fisik. Pentransferan data tersebut mungkin dapat diandalkan atau tidak: beberapa protokol lapisan data-link tidak mengimplementasikan fungsiAcknowledgment untuk sebuah frame yang sukses diterima, dan beberapa protokol bahkan tidak memiliki fitur pengecekan kesalahan transmisi (dengan menggunakan checksumming). Pada kasus-kasus tersebut, fitur-fituracknowledgment dan pendeteksian kesalahan harus diimplementasikan pada lapisan yang lebih tinggi, seperti halnya protokol Transmission Control Protocol (TCP) (lapisan transport). Tugas utama dari data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi data mentah dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke Network Layer, lapisan data linkmelaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecah-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian lapisan data link mentransmisikanframeacknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karenalapisan fisik menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada lapisan data-link-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. tersebut secara berurutan dan memproses 2.3.1 Masalah –Masalah Data Link Layer. 2.3.2 Paket Data 2.3.3 Penanganan Kesalahan Transmisi Dalam usaha meng hindari gangguan ini dapat di lakukan dengan 2.3.4 Kendali Kesalahan Layer 1 dari model OSI bertanggung jawab atas perangkat interkoneksi fisik. Standar pada lapisan ini mendefinisikan karakteristik listrik, optik, dan radio frekuensi representasi bit yang terdiri dari frame layer Data Link yang akan dikirimkan. Nilai Bit dapat direpresentasikan sebagai pulsa elektronik, pulsa cahaya, atau perubahan dalam gelombang radio. Protokol lapisan fisik menyandikan bit untuk transmisi dan decode mereka di tujuan (destination). Standar pada lapisan ini juga bertanggung jawab untuk menggambarkan karakteristik fisik, listrik, dan mekanik media fisik dan konektor yang menghubungkan dengan perangkat jaringan. Data link layer merupakan layer OSI kedua dengan dari 7 arsitektur OSI yang terdiri dari: Sedangkan fungsi dari data link layer yaitu untuk mentranfer data ke :
Struktur tujuh lapis model OSI, bersamaan dengan protocol data unit pada setiap lapisanLapisan ke- Nama lapisan Keterangan 7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS. 6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layananWorkstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)). 5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama. 4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan. 3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat headerpaket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3. untuk 2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagaiframe. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat kerasMedia Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, danswitch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC). (seperti halnya 1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atauToken Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Cardkabel atau radio. (NIC) dapat berinteraksi dengan media
2.2. Gambaran Umum Physical layer dan Data Link Layer
2.2.1 Lapisan Physical
Lapisan fisik (Inggris: physical layer atau PHY Layer) adalah lapisan pertama dalam model referensi jaringan OSI (lapisan ini merupakan lapisan terendah) dari tujuh lapisan lainnya. Lapisan ini mendefinisikan antarmuka dan mekanisme untuk meletakkan bit-bit data di atas media jaringan (kabel,radio, atau cahaya). Selain itu, lapisan ini juga mendefinisikan tegangan listrik, arus listrik, modulasi, sinkronisasi antar bit, pengaktifan koneksi dan pemutusannya, dan beberapa karakteristik kelistrikan untuk media transmisi (seperti halnya kabel UTP/STP, kabel koaksial, atau kabel fiber-optic). Protokol-protokol pada level PHY mencakup IEEE 802.3, RS-232C, dan X.21.Repeater, transceiver, kartu jaringan/network interface card (NIC), dan pengabelan beroperasi di dalam lapisan ini.
2.2.2 Lapisan Data Link
Data link layer berfungsi untuk mengatasi masalah pada saluran yang dapat
merusak frame yakni dengan mengirim kembali data frame tetepi kekuranganya frame
dapat terkirim ber ulang –ulang kali,fungsi lainya adalah menjadi mekanismepengaturan
lalu lintas data harus memungkinkan pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang
dimiliki penerima pada saat tertentu.
Lapisan data link terdiri dari dua sub layer ,yaitu logical Link control (LLC) Dan
Medium Acces Control (MAC),fungsi dari LLC adlah memeriksa kesalahan dan
menangani tranmisi frame .Sedangkan fungsi MAC adalah mengambil dan melepaskan
data dari dank e kabel ,mementukan protokol untuk akses ke kabel yang di share di
dalam sebuah LAN
Data link layer menyediakan tiga layanan antara lain:
1. Layanan unacknowledged connectionless.
2. Layanan acknowledged connectionless.
3. Layanan acknowledged connectionless-oriented
Untuk memecah –mecah aliran bit ini,digunakan methode-methode khusus.ada
empat buah methode yang dipakai dalam pemecahan bit menjadi frame ,yaitu:
1. Karakter menghitung
2. Pemberin karakter awal dan akhir,dengan pengisian karakter
3. Pemberian flag awal dan akhir ,dengan pengisian bit
4. pelanggaran pengkodean physical layer
Pada saat yang akan ditranmisikan ,maka data akan di bagi menjadi paket yang
kecil-kecil .hal ini dilakukan karena :
1. Jaringan tertentu hanya dapat menerima paket dengan panjang tertentu
(missal ARPANET hanya mampu mengirim paket sebanyak 8063)
2. Jenis floe control tertentu akan efesien jika berita yang dikirim di bagi dalam paket –paket yang kecil ( missal pada select repet ARQ bila terjadi kerusakandata pada saat tranmisi,maka transmitter hanya perlu mengirim kembali paket data tersebut).
3.Agar pengiriman jaringan tidak di dominasi oleh user tertentu,kerena dengan paket data maka setiap user dapat di batasi jumlah paket data yang akan di kirim sehingga dapat bergantian dengan user lainya dalam memanfaatkan jaringan tersebut.
4. Paket data yang kecil hanya memerlukan buffer yang kecil pada bagian
receiver
Akan tetapi dalam melakukan pemotongan data menjadi paket data ,harus
memperhatikan bahwa data tidak boleh di potong terlalu kecil ,karena :
1. Setiap data memerlukan byte overhead ( tiap peket harus disertai dengan SYN,ADDRESS,CONTROL FIELD,CRC FLAG,dan lain –lain ) pengiriman paket akan efesien jika bagian data lebih besar dari byte over head.
2. Bila paket data terlalu kecil maka waktu pemrosesan sebuah paket yang
besar
menggunakan tiga metode:
1. Metode Echo
Metode Echo merupakan metode yang paling sederhana di mana
pengguna computer dapat melihat proses pertukaran data tersebut melalui data monitor .Dengan tampilnya semua data yang di kirim dan diterima
pada layer monitor ,maka kesalahan dapat segera di ketahui.
2. Methode Paritas
Metode Paritas adalah metode yang menggunakan bit paritas ,yaitu bite tambahan ( bisa 0 atau 1 )yang di gunakan untuk mendeteksi kesalahan saat jumlah data di kirimkan atau diterima .Pada metode paritas ini di kenal 2 macam system ,yaitu paritas ganjil dan paritas genap.
3. Frame check
Pada metode ini ,data yang di kirim akan di periksa ber dasarkan Frame nya ,artinya suatu data atau karakter yang di kirim akan diperiksa diantera kedua bit pembentuk frame tersebut.
Tujuan di lakukan pengontroan terhadap eror adalah untuk menyampaikan frame –frame tanpa eror ,dala urutan yang tepat ke lapisan jaringan .Teknik yang umum di gunakan untuk error control berbasis pada dua fungsi ,yaitu:
1. Error detection ,biasanya menggunakan teknik CRC ( Cyclic
Redundancy Check )
2. Automatic Repeat Request ( ARQ) ketika error terdeteksi ,pengirim
meminta pengirim ulang frame yang terjadi kesalahan
Macam – macam kendali kesalahan ( error control ) adalah :
1. Stop and wait ARQ
2. Go Back N ARQ
3. Selektif Report ARQ
1. Physical
2. Data link
3. Network
4. Transport
5. Sesision
6. Presentastion
7. Aplication
1. Phisical
2. Network acces
3. Internet
4. Transport
5. Aplication
Welcome
Blog Archive
Labels
- JarKom (12)
- Kuliah (3)
- Pemrograman Berorientasi Objek (PBO) (2)
- PSIBO (5)
- Sistem Pakar (5)
- Umum (1)
AbOut Me
- YoSua
- “For everyone who exalts himself will be humbled, and he who humbles himself will be exalted.”
Clock
GuestBook
Facebook Badge
LoGiN
Pertemuan 5 - Kasus 2
Pertemuan 5 - Kasus 3 (Dynamic)
Pertemuan 5 - Kasus 3 (Static)

-----------------------------------------------------------------------------------
Pertemuan 6 - Kasus 2 (Dynamic)
Pertemuan 6 - Kasus 2 (Static)

-----------------------------------------------------------------------------------
Pertemuan 7 - Kasus 1 (Dynamic)
Pertemuan 7 - Kasus 1 (Static)

Pertemuan 7 - Kasus 2 (Dynamic)
Pertemuan 7 - Kasus 2 (Static)

Pertemuan 7 - Kasus 3 (Dynamic)
Pertemuan 7 - Kasus 3 (Static)

DOWNLOAD FILE
VLAN ROUTING
Tugas Kelompok MK Jaringan Komputer dan Pengamanan Data Kelas Q1 dan N1.
Sebuah perguruan tinggi yang memiliki desain jaringan seperti tampak pada gambar-1 memiliki jumlah total karyawan 420 orang yang terdiri dari 1 orang rektor, 3 orang pembantu rektor, 3 dekan (Teknik, Bahasa, dan Ekonomi), 9 kajur(TI,SI,SK,MM,DKV,Bhs-Jepang, Bhs-Enggris,Manajemen dan Akuntasi), 54 administrasi, 250 dosen dan 100 asisten. Seperti pada gambar-1, bahwa setiap lantai ada koneksi wireless akses jaringan untuk mahasiswa dan tamu.
Gambar-1 : Desain Jaringan Sebuah Perguruan Tinggi
Permasalahan :
1. Rancanglah Manajemen VLAN berdasarkan informasi jumlah karyawan dan bagan jaringan pada gambar-1!
2. Rancanglah Manajemen Address berdasarkan informasi jumlah karyawan beserta pembagiannya!
3. Jika alamat IP Internet yang di dapatkan adalah 202.155.19.10/30 yang berada disisi luar interface Router pada gambar, bagaimana pengelolaan alamat jaringan tersebut agar bisa mengkases alamat – alamat yang ada di jaringan Internet!
4. Bagaimana pengelolaan pengamanan jaringan yang harus di sediakan untuk konfigurasi jaringan seperti pada gambar-1!
JAWABAN :
VLAN IP Host IP Gateway
Vlan 2 (Rektor) 192.168.1.1/29 192.168.1.2
Vlan 3(Pembantu Rektor) 192.168.3.1/29 192.168.3.6
Vlan 4(Dekan) 192.168.5.1/29 192.168.5.6
Vlan 5(Kajur) 192.168.7.1/28 192.168.7.14
Vlan 6(Administrasi) 192.168.9.1/26 192.168.9.62
Vlan 7(Dosen) 192.168.11.1/24 192.168.11.254
Vlan 8(Asisten) 192.168.13.1/25 192.168.13.126
Vlan 9 (h. Rektor) 192.168.2.1/24 192.168.2.254
Vlan 10(h. Pemb. Rektor) 192.168.4.1/24 192.168.4.254
Vlan 11(h.Dekan) 192.168.6.1/24 192.168.6.254
Vlan 12(h. Kajur) 192.168.8.1/24 192.168.8.254
Vlan 13(h.Admin 192.168.10.1/24 192.168.10.254
Vlan 14(h.Dosen) 192.168.12.1/24 192.168.12.254
Vlan 15(h. Asisten) 192.168.14.1/24 192.168.14.254
Konfigurasi switch server 1
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#vtp mo se
Device mode already VTP SERVER.
Switch(config)#vtp domain Ferdian
Changing VTP domain name from NULL to Ferdian
Switch(config)#vtp password arief
Setting device VLAN database password to arief
Switch(config)#vlan 2
Switch(config-vlan)#name rektor
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 3
Switch(config-vlan)#name pembrektor
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 4
Switch(config-vlan)#name dekan
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 5
Switch(config-vlan)#name kajur
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 6
Switch(config-vlan)#name admin
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 7
Switch(config-vlan)#name dosen
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 8
Switch(config-vlan)#name asisten
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 9
Switch(config-vlan)#name hrektor
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name hpembrektor
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 11
Switch(config-vlan)#name hdekan
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 12
Switch(config-vlan)#name hkajur
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 13
Switch(config-vlan)#name hadmin
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 14
Switch(config-vlan)#name hdosen
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#vlan 15
Switch(config-vlan)#name hasisten
Switch(config-vlan)#ex
Switch(config)#int range f0/1-5
Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/2, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/2, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/3, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/3, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/4, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/5, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/5, changed state to up
Switch(config-if-range)#switchport mode trunk
Switch(config-if-range)#sw tr native vlan 1
Switch(config-if-range)#end
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Switch#wr mem
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi switch sisi rector:
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#vtp mo cl
Setting device to VTP CLIENT mode.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#sw mo tr
Switch(config-if)#sw tr na vlan 1
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#int fa0/3
Switch(config-if)#sw mo acc
Switch(config-if)#sw acc vlan 2
Switch(config-if)#end
Switch#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
wr mem
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi Switch sisi Pembantu Rektor:
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#vtp mo cl
Setting device to VTP CLIENT mode.
Switch(config)#int fa0/2
Switch(config-if)#sw mo tr
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/2, changed state to down
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/2, changed state to up
Switch(config-if)#sw mo tr
Switch(config-if)#sw tr na vlan 1
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#int fa0/3
Switch(config-if)#sw mo acc
Switch(config-if)#sw acc vlan 3
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#ex
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Switch#wr mem
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi Switch sisi Dekan
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#vtp mo cl
Setting device to VTP CLIENT mode.
Switch(config)#int fa0/2
Switch(config-if)#sw mo tr
Switch(config-if)#sw tr na vlan 1
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#int fa0/4
Switch(config-if)#sw mo acc
Switch(config-if)#sw acc vlan 4
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#ex
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Switch#wr mem
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi Switch sisi Kajur
Switch#en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#vtp mo cl
Device mode already VTP CLIENT.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#
%CDP-4-NATIVE_VLAN_MISMATCH: Native VLAN mismatch discovered on FastEthernet0/1 (4), with Switch FastEthernet0/3 (1).
Switch(config-if)#sw mo tr
Switch(config-if)#sw tr na vlan 1
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#int fa0/4
Switch(config-if)#sw mo acc
Switch(config-if)#sw acc vlan 5
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#ex
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Switch#wr mem
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi Switch sisi Adminsistrasi
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#sw mo tr
Switch(config-if)#sw tr na vlan 1
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#int fa0/4
Switch(config-if)#sw mo acc
Switch(config-if)#sw acc vlan 6
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#ex
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Switch#wr mem
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi Switch sisi Dosen
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#sw mo tr
Switch(config-if)#sw tr na vlan 1
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#int fa0/4
Switch(config-if)#sw mo acc
Switch(config-if)#sw acc vlan 7
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#ex
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Switch#wr mem
Building configuration…
[OK]
Konfigurasi switch sisi Asisten:
Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#sw mo tr
Switch(config-if)#sw tr na vlan 1
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#int fa0/4
Switch(config-if)#sw mo acc
Switch(config-if)#sw acc vlan 8
Switch(config-if)#ex
Switch(config)#ex
Switch#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
wr mem
Building configuration…
[OK]
Konfigurasu Router
Router>en
Router#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#int fa0/0.2
Router(config-subif)#enc dot 2
Router(config-subif)#ip address 192.168.1.2 255.255.255.252
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0.3
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0.3, changed state to up
Router(config-subif)#enc dot 3
Router(config-subif)#ip address 192.168.3.6 255.255.255.248
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0.4
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0.4,
Router(config-subif)#enc dot 4
Router(config-subif)#ip address 192.168.5.254 255.255.255.0
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0.5
Router(config-subif)#enc dot 5
Router(config-subif)#ip address 192.168.7.14 255.255.255.240
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0.6
Router(config-subif)#enc dot 6
Router(config-subif)#ip address 192.168.9.62 255.255.255.192
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0.7
Router(config-subif)#enc dot 7
Router(config-subif)#ip address 192.168.11.254 255.255.255.0
Router(config-subif)#ex
Router(config)#int fa0/0.8
Router(config-subif)#enc dot 8
Router(config-subif)#ip address 192.168.13.126 255.255.255.25
Router(config-subif)#ex
Router#
%SYS-5-CONFIG_I: Configured from console by console
Router#wr mem
Building configuration…
Router>en
Router#sh run
Building configuration…
!
version 12.4
no service timestamps log datetime msec
no service timestamps debug datetime msec
no service password-encryption
!
hostname Router
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
!
interface FastEthernet0/0
no ip address
duplex auto
speed auto
!
interface FastEthernet0/0.10
encapsulation dot1Q 10
ip address 192.168.1.225 255.255.255.252
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.20
encapsulation dot1Q 20
ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.30
encapsulation dot1Q 30
ip address 192.168.1.217 255.255.255.248
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.40
encapsulation dot1Q 40
ip address 192.168.3.1 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.50
encapsulation dot1Q 50
ip address 192.168.1.209 255.255.255.248
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.60
encapsulation dot1Q 60
ip address 192.168.4.1 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.70
encapsulation dot1Q 70
ip address 192.168.1.193 255.255.255.240
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.80
encapsulation dot1Q 80
ip address 192.168.5.1 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.90
encapsulation dot1Q 90
ip address 192.168.1.129 255.255.255.192
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.100
encapsulation dot1Q 100
ip address 192.168.6.1 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.110
encapsulation dot1Q 110
ip address 192.168.0.1 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.120
encapsulation dot1Q 120
ip address 192.168.7.1 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.130
encapsulation dot1Q 130
ip address 192.168.1.1 255.255.255.128
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/0.140
encapsulation dot1Q 140
ip address 192.168.8.1 255.255.255.0
ip nat inside
!
interface FastEthernet0/1
ip address 202.155.19.10 255.255.255.252
ip nat outside
duplex auto
speed auto
!
interface Vlan1
no ip address
shutdown
!
router rip
!
ip nat inside source list 1000 interface FastEthernet0/1 overload
ip classless
!
!
access-list 90 permit any
!
!
!
!
!
line con 0
line vty 0 4
login
!
!
!
end
Sebuah jenis pemrograman di mana programmer tidak hanya mendefinisikan tipe data dari struktur data, tetapi juga jenis operasi (fungsi) yang dapat diterapkan pada struktur data. Dengan cara ini, struktur data menjadi objek yang meliputi data dan fungsi. Selain itu, pemrogram dapat membuat hubungan antara satu objek dan yang lain. Sebagai contoh, objek dapat mewarisi karakteristik dari objek lain.
Salah satu keuntungan utama dari teknik pemrograman berorientasi obyek atas teknik pemrograman prosedural adalah bahwa mereka memungkinkan pemrogram untuk membuat modul yang tidak perlu diubah bila tipe objek baru ditambahkan. Seorang pemrogram dapat dengan mudah membuat objek baru yang mewarisi banyak fitur dari obyek yang sudah ada. Hal ini membuat program object-oriented lebih mudah untuk memodifikasi.
Fungsi dan data menjadi satu kesatuan yang disebut Obyek
• Obyek-obyek dalam OOP bersifat aktif
• Cara pandang : program bukan urut-urutan instruksi tapi diselesaikan oleh obyek-obyek yang bekerjasama untuk menyelesaikan masalah.
Pemrograman Berorientasi Objek memiliki beberapa bagian :
1. Objek : memiliki sifat, perilaku dan identitas
2. Abstraksi : memodelkan ke bentuk nyata
3. Enkansulasi : pemilihan tempat private/public
4. Inheritance : penurunan sifat induk ke anaknya, sifat turunan/anak memiliki sifat unik
Class
Class terdiri dari
- Isi class
1. Nama Class
2. Atribut –> berisi data, informasi, konstanta
3. Operation –> method/function
* Implementer
* Helper
* Acces –> setter/getter
* Manager –> constructor/destructor
Simbol-simbol access modifier
* private –> (-)
* protected –> (#)
* package –> ( )
* public –> (+)
